Month: November 2016

Tempuh Jarak 1126 KM, Supporter ini Dukung Timnya Sendirian!

Meski seorang diri dan menempuh jarak hingga 1126 km, seorang supporter tetap semangat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya hingga akhir.

Bagaimana rasanya jika Anda menjadi satu-satunya supporter dari sebuah klub sepak bola yang sedang bertanding? Apalagi, Anda rela menempuh jarak hingga ribuan kilometer lebih. Bagaimana pula jika Anda berada di posisi sebagai pemain di tim sepakbola tersebut dimana Anda hanya melihat satu orang saja yang memberikan dukungan pada tim? Tidak ada kata yang tepat selain kata salut! Tentunya, in hal yang sangat jarang sekali terjadi karena biarpun sendirian, ternyata ada supporter yang terus bersemangat.

gefle

Rela Menempuh Jarak 1126 KM

Selayaknya, sebuah klub sepakbola memiliki supporter. Tidak jarang jika banyak supporter yang bisa dikatakan ‘maniak’ atau ‘fanatik’ hingga memberikan dukungan yang luar biasa. Pihak klub judi bola juga biasanya menunjuk beberapa orang yang bertugas untuk mengkoordinasi supporter dari mulai pemberangkatan hingga pemulangan supporter setelah pertandingan usai. Namun, hal seperti ini tidak terlihat pada klub sepakbola Gefle IF yang mengikuti Liga Allsvenskan Swedia.

Gefle IF, sebuah tim divisi satu dari Liga Allsvenskan Swedia, patut berbangga dan memberikan penghormatan penuh atas supporternya saat mereka bertandang ke kandang rival mereka yakni Kalmar FF. Jarak antara markas Gefle IF dan Kalma FF sendiri mencapai 1126 km. Sangat jauh memang. Itulah sebabnya, supporter Gefle IF lebih memilih untuk melakukan aktivitas sehari-harinya daripada pergi sejauh 1126 km untuk mendukung tim kesayangannya.

Namun sangat berbeda dengan sosok tua yang rela pergi ke markas Kalmar FF yang berjarak 1126 km, markas dimana tim kesayangannya Gefle IF bertandang melawan Kalmar. Biarpun sendiri, ternyata supporter yang sendirian memberikan dukungan bagi Gefle IF tersebut sangat bersemangat dalam memberikan dukungannya.

Ternyata, kehadiran satu-satunya supporter di lapangan, telah memacu kekuatan Gefle. Hal ini terbukti. Gefle yang tadinya berada di posisi kedua dari buritan dari Liga Allsvensken Swedia secara mengejutkan berhasil mengalahkan lawan yang bisa dibilang kuat, Kalmar FF. Namun, anak-anak Gefle sangat bersemangat hingga mampu mengalahkan Kalmar FF walau hanya didukung oleh satu orang saja.

Gefle IF Memberikan Penghormatan

Usai pertandingan dengan kemenangan Gefle, para punggawa Gefle secara bersama-sama berlarian menuju supporter mereka yang hanya satu-satunya yang memberikan dukungan kepada mereka.  Mereka kemudian memberikan penghormatan secara penuh karena bagaimanapun meski sendirian, supporter itu telah membantu tim untuk meraih kemenangan apalagi mereka tahu bahwa supporter tersebut telah menempuh jarak yang tidak dekat. Namun, walau telah menempuh 1126 km, supporter tersebut tetap bersemangat.

Dengan hasil ini, walau Gefle IF tidak meraih posisi puncak karena memang mereka sebelumnya sudah ada di posisi akhir, paling tidak mereka telah menahan Kalmar yang kemudian tertahan di urutan ke 6 dari klasemen Liga Allsvenskan dimana seharusnya Kalmar menang dan berada di urutan ke 3 di puncak klasemen.

Memang tidak ada yang tahu bagaimana sebuah pertandingan sepakbola akan berlangsung dan berakhir. Liga Swedia yang sudah dimulai dari bulan April hingga November ini telah memberikan gambaran tersebut dimana Gefle pada akhirnya berhasil meraih kemenangan ketiga saat mereka bertandang ke markas lawan.

Semangat supporter poker online tersebut memang harus dijadikan panutan bagi supporter lain untuk tetap memberikan dukungan penuh bagi tim kesayangan hingga akhir walau posisi tim berada di urutan akhir dan walau jarak yang ditempuh sangat jauh. Hal ini karena supporter juga merupakan bagian yang sangat penting yang secara tidak langsung ikut andil dalam memperoleh kemenangan karena dengan adanya supporter, para pemain akan lebih percaya diri.

Share Button
Top

Kocak, Pemain ini ‘Kentuti’ Pelatihnya dan Langsung Dipecat

Karir seseorang tidak akan menjamin keberhasilannya jika tidak memiliki kedisiplinan yang tinggi seperti Rantie yang akhirnya dipecat karena mengentuti pelatih.

Bermain sepakbola memang menyenangkan. Apalagi jika sudah memiliki bakat hingga bisa dipercaya untuk membela negaranya dengan bergabung menjadi pemain yang diandalkan di timnas. Belum lagi, jika kemudian karirnya bermain bola di luar negeri sedang menanjak dan diundang untuk pulang membela timnas, tentunya, pemain judi bola yang demikian seharusnya memang menjadi andalan dan kebanggaan bagi negaranya.

tokilo-rantie

Sia-Siakan Kesempatan Dengan Langkah Konyol

Yah, semua pemain bola yang diundang untuk menjadi bagian dari timnas dan membela negaranya, bisa dipastikan akan bermain secara totalitas menunjukkan kemampuannya dan tidak akan menyia-nyiakannya apalagi ini untuk negaranya. Bahkan, untuk sekelas Messi yang sempat ingin keluar dari timnas Argentina namun keinginan itu ia urungkan dan kembali membela timnas Argentina.

Berbeda dengan pemain bola pada umumnya, bagi mantan striker Bournemouth ini memiliki alasan tersendiri. Beberapa waktu lalu, ia dipanggil untuk pulang dan membela timnas negaranya, Afrika Selatan. Benar, Tokelo Rantie memang seharusnya bermain apik seperti karirnya di luar negeri saat bermain bersama klub di Turki. Namun, karena sikap yang ‘menjijikan’, dengan terpaksa ia pun dikeluarkan dari pusat latihan.

Pemain dengan umur 26 tahun itu, didepak dari kamp latihan dan namanya juga dicoret dari pasukan timnas Afrika Selatan lantaran dirinya melucuti celananya tepat di hadapan sang pelatih timnas yakni Aphraim Mashaba. Tidak hanya melucuti celana didepannya, ia juga mengentuti sang pelatih.

Entah hal apa yang membuat Rantie melakukan hal konyol seperti itu. Apakah ia memiliki konflik dengan pelatih? Apa ia hanya ingin bercanda saja? Entahlah, yang jelas, hati pelatih mana yang tidak berang melihat tingkah konyol pemain seperti itu. Inilah tindakan yang membuat Rantie tidak akan pernah dipercaya lagi untuk bisa membela timnas Afrika Selatan bahkan untuk ajang Piala Dunia sekalipun.

Dipecat Lantaran Alasan Kedisiplinan

Rantie memang sedang bermain cukup apik bersama klub asal Turki, Ganclerbirligi. Bersama klub tersebut, ia memiliki karir yang sedang menanjak bahkan bisa dibilang cukup cemerlang. Namun, karena tingkahnya tersebut, ia terancam untuk tidak bisa bermain membela timnas Afrika Selatan hingga seumur hidupnya kendati karirnya di dunia sepakbola sangat bagus.

Mashaba memang tidak mengungkapkan alasan utama kenapa Rantie didepak dan diancam hal demikian, namun ia mengatakan bahwa langkah yang diambil ini untuk alasan kedisiplinan. Oleh sebab itu, ia dan seluruh orang yang terlihat di togel online timnas Afrika Selatan secara terpaksa harus mengirim Rantie ‘pulang’. Apakah langkah ini tepat atau tidak, namun kedisiplinan memang penting untuk diterapkan.

Kabar ini memang masih ramai dibicarakan karena aksi konyol Rantie ini berimbas pada hal yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Namun, sepertinya Rantie tidak mau terlalu ambil pusing dengan permasalah tersebut. Bisa jadi, Rantie juga memiliki alasan yang membuat dirinya harus melakukan hal gila seperti itu walau ia sendiri mungkin tahu akibat terburuk dari apa yang ia lakukan itu akan berimbas pada karirnya di dunia sepakbola di Afrika Selatan.

Apapun alasan Rantie, sudah menjadi keharusan jika pemain bola juga harus memiliki sikap disiplin baik disiplin untuk latihan maupun disiplin dalam arti tingkah laku agar menghormati pelatihnya. Memang dibutuhkan kerjasama yang kuat antara pemain, pelatih dan para elit sebuah klub sepakbola hingga supporter yang secara disiplin mendukungnya, tidak melanggar aturan supporter dan lain sebagainya.

Hanya saja, peristiwa ini telah menarik banyak perhatian orang khususnya pecinta sepak bola karena tidak disangka jika Rantie akan berbuat senekat atau tepatnya sekonyol itu.

Share Button
Top