Category: badminton

Lilyana Natsir: Pemain Bulutangkis Dunia yang Dimiliki Indonesia

Berhenti sekolah sejak usia 12 tahun tidak membuat seseorang mengalami keterpurukan bahkan Lilyana Natsir mampu membanggakan Indonesia dengan prestasi badminton.

Kebanyakan Anda mungkin hanya mengetahui prestasi dari seorang Lilyana Natsir yang menjadi wanita kedua peraih olimpiade bandar bola untuk cabang bulutangkis setelah legenda tunggal putri Susi Susanti. Banyak mungkin yang mengatakan jika seorang atlet pasti memiliki pendidikan yang sangat tinggi namun faktanya, Butet yang saat ini dikenal sebagai seorang pahlawan wanita di dalam bulutangkis meninggalkan bangku sekolah sejak SD.

_timthumb-project-code-php

Kesuksesan Seorang Lilyana Natsir yang Tak Lepas dari Orang Tua

Pendidikan bukan menjadi sebuah halangan bagi seseorang untuk menjadi sukses meskipun memiliki pendidikan berarti membuka peluang kehidupan yang lebih baik. Akan tetapi, Lilyana Natsir mampu menunjukkan seseorang yang tidak mempunyai pendidikan tinggi tetap bisa berprestasi dan juga sukses bahkan membanggakan Indonesia di mata dunia. Namun keputusan Butet untuk meninggalkan sekolah ini bukan diambil dengan mudah sebab dirinya harus dihadapkan oleh dua pilihan yang berat. Sekolah atau bulutangkis? Menurut Butet seperti yang dilansir oleh BBC Indonesia, seseorang harus fokus pada salah satu hal dan keputusan ini pun dipikirkan matang.

Ada beberapa hal yang dijadikan sebagai dasar dari keputusannya untuk tidak mengambil pendidikan formal kembali adalah nilai olahraga yang terdapat di dalam buku rapor sekolah. Sejak kecil Butet memang memiliki bakat di dunia olahraga dan hal ini terbukti dari seluruh cabang olahraga yang berada di rapornya mulai dari lari, basket dan lainnya bernilai sembilan. Hal lainnya adalah berbagai macam prestasi yang diperolehnya di luar sekolah dan hal itu terdapat pada cabang bulutangkis. Ketika keputusan ini diambil, orang tua mungkin masih sedikit berat namun mereka tetap akan mengijinkannya demi kebahagiaan dari sang anak tapi masih ada pula yang menyayangkan itu.

Butet hanya menjawab jika kehidupan itu adalah sebuah pilihan dan manusia harus mau menerima resiko apapun. Banyak pihak yang sangat menyesalkan keputusan aneh dari seorang butet ini mengingat sekolah adalah jalan menuju masa depan. Tetap saja pemain yang memiliki tinggi badan sekitar 168 cm ini tidak peduli dengan kata-kata orang lain itu dan hanya fokus dengan diri sendiri selama orang tua mengijinkan yang terbaik. Saat ini Butet sangat dikenal sebagai pemain spesiali ganda campuran. Namun di dalam prakteknya, Butet juga pernah masuk ke dalam kelompok ganda putri dan dipasangkan oleh Vita Marissa namun pelatihnya menyarankanya menuju ganda campuran.

Pemain Ganda Campuran Terkena: Lilyana Natsir

Pelatih Butet kala itu adalah salah satu mantan pemain ganda putra yang terkenal dan sangat melegenda yaitu Richard Mainaky dan pelatihnya itulah yang akhirnya menawarkan dirinya bermain di ganda campuran yaitu dengan Nova Widianto dan mereka pun mulai digandengkan bersama sejak tahun 2004. Keputusan dari pelatih sebelumnya akhirnya memberikan hasil yang terbaik dimana mereka langsung dapat prestasi yang membanggakan tepat setelah dipasangkan menjadi satu yaitu dengan meraih juara gandar campuran yang digelar di Amerika Serikat tahun 2009. Kemudian beranjak menuju tahun 2007, mereka pun memenangkan ganda camnpuran di wilayah Malaysia.

Di dalama pagelaran ini, kebangaan tersendiri jugta muncul mengingat ganda campuran Indonesia ini justru mampu diperoleh ketika mereka megalahkan pasangan terbaik dunia lainnya yaitu Zheng Bo dan Gao Ling. Sontak saja jika akhirnya kedua pasangan campuran ini ditakuti oleh dunia dan tidak pernah terkalahkan ketika mereka menjalani Sea Games togel sgp. Emas Sea Games pun berhasil di peroleh dari perjuangan yang sangat ketat setelah itu nova pun pensiun dari dunia bulutangkis. Dengan pasangan barunya ini, mereka selalu membuat prestasi menari baik itu grand prix atau siper series.

Akan tetapi, mengingat Lilyana Natsir sudah tidak terlalu muda lagi, maka sebaiknya Indonesia mulai menunjuk pemain baru sebagai referensi dan wajah pun akan tetap menjadi muda.

Share Button
Top