Ini Dia Sebab Kekalahan Juventus vs Genoa

Tidak disangka jika Juventus akhirnya dikalahkan secara memalukan oleh Genoa dengan skor akhir 1 – 3. Allegri, mengungkapkan beberapa sebab kekalahannya.

Dari awal musim 2016/17, Juventus bisa dikatakan memiliki nasib yang bagus. prediksi bola bahwa Juventus akan menduduki posisi puncak klasemen sementara juga sering terdengar. Akan tetapi, siapa sangka jika dominasi Si Nyonya Tua tidak akan selalu mulus. Kekalahan saat melawan Genoa menjadi sinyal merah bahwa Juventus masih memiliki kelemahan di beberapa titik. Tidak disangka juga jika Genoa berhasil menggempur Juventus 3 – 0 di babak pertama dan berakhir dengan skor 3 – 1 setelah babak kedua.

prediksi-genoa-vs-juventus-20-september-2015

Jalannya Pertandingan Juventus vs. Genoa

Siapapun yang menonton laga Juventus kontra Genoa pasti dapat melihat dengan jelas bagaimana anak-anak Genoa tidak kenal menyerah dan sangat agresif sekali. Pertandingan di pekan ke 14 dari Liga Serie A Italia yang dilangsungkan di Luigi Ferraris memperlihatkan bagaimana Juventus kerepotan menghadapi Genoa. Bahkan, ancaman Genoa ini tidak main-main. Bayangkan saja, pertandingan baru berjalan 3 menit, Buffon tidak bisa menghadang bola yang dilesatkan oleh Giovanni Simeone.

Dengan memanfaatkan kemelut di muka gawang, Simeone berhasil menendang bola cukup keras hingga Gianluigi Buffon tidak bisa menahan bola. Gol di menit ke 3 menjadi pukulan berat di awal pertandingan. Juventus sempat beberapa kali membalas akan tetapi beberapa kali pula meleset. Sebaliknya, Genoa terus menekan dan memukul mundur anak-anak asuhan Allegri hingga selang 10 menit dari gol pertama, Simeone berhasil menambah koleksi gol sehingga skor 2 – 0 untuk Genoa.

Sebelum babak pertama usai, Genoa semakin memanas. Gol bunuh diri yang dilakukan oleh Alex Sandro di menit ke 29 membuat kedudukan bertambah 3 – 0. Juventus mencoba memberikan perlawanan keras akan tetapi belum juga membuahkan hasil kendati wasit sudah memberikan waktu tambahan. Juventus terlihat cukup kewalahan menghadapi anak-anak Genoa yang memiliki kemampuan fisik luar biasa yang seakan tidak mengenal rasa lelah.

Babak kedua, Allegri memasukkan Gonzalo Higuain dan strategi ini cukup berhasil. Si Nyonya Tua terlihat lebih bersemangat dan terus memberikan tekanan. Secara kasat mata, Juventus lebih menguasai bola. Namun, beberapa kali kesempatan belum juga berhasil hingga di menit-menit akhir, menit ke 82, Miralem Pjanic berhasil sedikit memperkecil keadaan. Skor berakhir dengan angka 3 – 1 untuk Genoa.

Sebab Kekalahan Juventus

Kekalahan Juventus melawan Genoa menjadi evaluasi tersendiri untuk Juve terutama Massimiliano Allegri selaku pelatih. Ia kemudian membeberkan beberapa sebab yang membuat anak asuhnya harus takluk di bawah ketiak Genoa dengan skor akhir 1 – 3. Paling tidak, ada dua alasan yang dapat disimpulkan dari apa yang disampaikan oleh Allegri. Berikut kesimpulannya.

Genoa Kurang Disiplin

Allegri mengatakan jika Genoa telah melakukan banyak sekali pelanggaran. Totalnya ada 25 kali pelanggaran. Sedangkan Juventus hanya melakukan 8 kali saja. Hal ini menunjukkan pressing yang ketat sehingga cukup sulit bagi Juventus untuk bisa bermain dengan tetap menjaga kedisiplinan. Menurut Allegri, mustahil bagi untuk bisa mengalahkan Genoa jika permainan Juve begitu disiplin.

Fisik Pemain Genoa Prima

Diakui Allegri jika para pemain Genoa memiliki kondisi fisik yang sangat prima bahkan bisa dikatakan sempurna sehingga di babak pertama, saat anak-anak Juventus sudah mulai kelelahan, Genoa terus melakukan penekanan. Di babak kedua, semua sudah terlambat walau fisik pemain Juventus telah memabaik. Di babak pertama, pemain Juve terlihat sangat lemah.

Apapun alasan yang diberikan togel sgp,, faktanya Juventus harus berada di urutan kedua di klasemen sementara dengan perbedaan 4 poin dari AS Roma yang berada di puncak. Dengan hasil ini, maka perolehan poin Juve adalah 33 dari 14 laga sedangkan Genoa ada di urutan ke 9 dengan 19 poin dari 14 laga.

Share Button
Top

Dua Klub Manchester Gagal Menang dalam 2 Bulan Terakhir

Baik Manchester United dan Manchester City, ternyata dalam 2 bulan terakhir tidak bisa meraih kemenangan walau bermain dalam kandang dan depan fans sendiri.

Banyak yang bertanya, ada apa dengan dua raksasa Manchester United dan Manchester City dalam 2 bulan terakhir? Keduanya memiliki pelatih yang jenius dan deretan pemain hebat kelas prediksi bola dunia, tapi Man United dan Man City gagal menang di laga kandang sendiri selama 2 bulan terakhir dari Liga Primer Inggris. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan mudah tapi menarik untuk dibahas karena menjadi sesuatu yang aneh atau menarik dari dua klub raksasa tapi terlihat tak teratur di musim ini.

 

MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 31:  Daley Blind #17 of Manchester United and Wayne Rooney of Manchester United celebrate after their interplay led to their team's third goal during the Barclays Premier League match between Manchester United and Leicester City at Old Trafford on January 31, 2015 in Manchester, England.  (Photo by Alex Livesey/Getty Images)

 

Awal Musim yang Mengesankan

Di awal musim 2016/17 Liga Primer Inggris, kedua klub tersebut, The Red Devils dan The Citizens memulainya dengan sangat apik. Mereka selalu meraih poin saat bermain kandang. Fans juga terpuaskan. Old Trafford yang menjadi kandang Man United selalu dihiasi dengan nyanyian kebahagiaan dengan bauran warna merah. Sebaliknya, Etihad Stadium yang menjadi kandang Man City juga sangat meriah dengan bauran warna biru langit. Fans keduanya benar-benar merasa bangga.

Akan tetapi, kondisi berbalik selama dua bulan terakhir. Keduanya tampil cukup mengecewakan. Bagaimana mungkin, dua klub raksasa yang memiliki pelatih hebat dan pemain berkualitas hanya mampu bermain imbang dengan lawan-lawannya saat bermain di kandang sendiri? Entah karena apa sebabnya, kini keduanya sudah tercatat gagal menang selama 2 bulan walau bermain togel sgp di kandang sendiri.

Berikut ini catatannya:

  • 2 Oktober 2016: Man United 1 – 1 Stoke
  • 15 Oktober 2016: Man City 1 – 1 Everton
  • 23 Oktober 2016: Man City 1 – 1 Southampton
  • 29 Oktober 2016: Man United 0 – 0 Burnley
  • 5 November 2016: Man City 1 – 1 Middlesbrough
  • 19 November 2016: Man United 1 – 1 Arsenal
  • 27 November 2016: Man United 1 – 1 West Ham

Hasil positif terakhir terjadi tanggal 24 September 2016 ketika Man United melawan Leicester City dengan skor akhir 4 – 1 untuk MU. Sedangkan dua bulan terakhir, baik Man United maupun Man City tidak bisa mengalahkan lawannya. Kabar baiknya, mereka hanya bisa menahan imbang semata. Akan tetapi, ini adalah pertandingan kandang yang penuh gengsi.

Ujian Mou dan Pep

Menjadi pertanyaan besar kenapa dua klub yang diasuh oleh Mou dan Pep yang merupakan pelatih sekaligus manajer dengan kemampuan impresif serta jenius saat menangani klub-klub sebelumnya, bisa seperti ini. Entah apa sebabnya, yang jelas kedua klub saat ini sedang dilanda ujian hebat khususnya untuk Mou dan Pep. Keduanya akan bersegera menghadapi ujian berikutnya apakah mereka masih mampu menjalani musim ini dengan baik atau akan berhenti seperti saat ini.

Pep Guardiola akan mendapatkan ujian terlebih dahulu saat Man City akan berhadapan dengan Chelsea hari Sabtu (03/12) nanti. Chelsea saat ini sedang berada di puncak klasemen dan memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi. Klub yang berasal dari London Barat tersebut memiliki catatan yang impresif jika dibandingkan dengan The Citizens. The Blues selalu meraih kemenangan di 2 bulan terakhir baik laga kandang maupun tandang.

Pep harus bisa mempermainkan strategi hebatnya agar apa yang dialami The Red Devils saat bertanding melawan The Blues tidak terulang. Ya, peristiwa mengerikan bagi Setan Merah terjadi pada tanggal 23 Oktober 2016 yang lalu saat The Blues menghajar habis The Red Devils hingga 4 – 0. Mou saat itu benar-benar terpukul karena dipermalukan dengan cara yang sangat hina.

Ujian Mou sendiri akan datang saat Man United  berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada 11 Desember 2016 mengingat klub asal London Utara ini dikenal memiliki semangat juang yang tiada henti hingga menit terkahir. Kita saksikan keduanya nanti!

Share Button
Top

Usai Laga Lawan West Ham, Mou dan MU Semakin Buruk

Tampaknya, Jose Mourinho harus lebih sabar dan memahami karakter para pemain The Red Devils jika masih ingin menorehkan prestasi sebagai pelatih terbaik.

Saat ini, tidak sedikit dari fans The Red Devils yang merindukan sosok Sir Alex Ferguson untuk kembali. Pasalnya, usai Sir Ferguson menyatakan diri pensiun, tim Setan Merah semakin terpuruk dan menjadi bahan tertawaan. Bahkan mgmcash88, di bawah asuhan Jose Mourinho, MU mencatat rekor terburuk di sepanjang sejarah MU. Banyak keputusan yang dipandang tidak tepat yang dilakukan oleh Mou. Mou juga sudah beberapa kali diusir dari lapangan dan harus menonton anak asuhnya dari tribun.

o_1b2kp0d0p1eaafa01os7bolschc

Statistik Buruk Jose Mourinho Asuh MU

Saat Sir Alex Ferguson masih mengendalikan Man United, Stadion Old Trafford adalah salah satu dari stadion yang paling angker di Inggris. Hal ini dikarenakan Tim Setan Merah selalu bisa memaksimalkan laga kandang. Tim lawan yang bertemu, akan pulang dengan wajah lesu dan tubuh yang lemas.  Akan tetapi, semenjak Ferguson pensiun, kondisi berubah drastis. Stadion Old Trafford kini menjadi lumbung poin untuk klub yang datang melawan MU.

Dimulai dari David Moyes, Louis van Gaal dan kini Jose Mourinho, Stadion Old Trafford sudah menjadi stadion biasa dimana The Red Devils bisa dikalahkan dengan mudah. Bahkan, rekor terburuk diraih oleh Jose Mourinho usai pertandingan melawan West Ham United. Bagaimana tidak, pertandingan kandang ini berakhir dengan skor imbang 1 – 1. Tidak hanya sampai di situ, hal yang mengejutkan terjadi ketika anak-anak The Hammers langsung melesat dan meraih gol pertama.

Diafara Sakho melesat begitu cepat. Hanya butuh waktu dua menit bagi Diafara Sakho untuk bisa merobek gawang The Red Devils. Ibarat kata, penonton baru saja mau duduk dan bersiap menikmati pertandingan tersebut, eh tiba-tiba gol sudah tercipta. Juan Mata dkk juga kaget dengan kejadian tersebut. Beruntunglah, Ibrahimovic berhasil mengimbangi kedudukan hingga laga berakhir.

Akan tetapi, kondisi ini menetapkan West Ham sebagai tim yang keempat yang mampu menahan Setan Merah di kandang sendiri. Nah, yang membuat hasil pertandingan dengan West Ham ini adalah peringkat terburuk adalah Setan Merah bermain imbang selama 4 kali yakni 1 – 1 kontra West Ham, 1 – 1 kontra Arsenal, 0 – 0 kontra Burnley, 1 – 1 kontra Stoke dan kejadian ini belum pernah ada sebelumnya..

Kesalahan-Kesalahan Mou Asuh MU

Memang musim ini masih panjang, akan tetapi dari 13 laga, MU hanya mampu mendapatkan 20 poin yang sekaligus menempatkan posisinya di urutan ke 6 Liga Primer Inggris. Akan tetapi, cukup sulit untuk bisa merangkak naik dengan cara singkat mengingat performa anak asuh Mou saat ini seperti kehilangan jati diri. Hal ini diperparah dengan sikap Mou yang bisa dikatakan sebagai kesalahannya.

Bagaimana tidak, Jose Mourinho sudah beberapa kali diusir dari lapangan karena tindakan konyolnya. Bahkan, pernah mendapat hukuman untuk tidak mengawasi anak buahnya secara langsung dan hanya diberikan waktu jeda istirahat serta memantau lewat tribun dan memberikan instruksi lewat SMS yang dikirimkan ke staff yang ada di bangku cadangan.

Reaksi Mou pada pertandingan kontra West Ham adalah yang kesekian kalinya. Mou sangat marah hingga menendang botol yang ada di pinggir lapangan dan dianggap mengganggu serta tidak pantas dilakukan oleh pelatih hingga sang wasit mengeluarkan Mou dari dalam lapangan dan ia harus rela menonton dari atas tribun. Hal ini dilakukan saat pemain termahal musim ini, Paul Pogba melakukan diving tapi tertangkap basah oleh wasit hingga diberi kartu judi togel. Mou marah kepada Pogba atau keputusan wasit, tapi ia bereaksi berlebihan.

Share Button
Top

Hal-hal Unik Usai Kemenangan El Real atas Atletic Madrid

Pertandingan Real Madrid tandang ke kandang Atletic Madrid menyisakan beberapa hal unik yang tentu sangat sayang untuk dilewatkan oleh pecinta La Liga Spanyol.

Setiap pertandingan sepak bola, tentu menyimpan hal yang unik usai pertandingan tersebut selesai. Sama halnya dengan pertandingan penuh gengsi saat Real Madrid bertemu ke kandang Atletico Madrid. Pertandingan Derby ini berakhir dengan skor telak 3 – 0 untuk kemenangan El Real. Pertandingan ini ternyata bukan hanya sekedar kemenangan di atas lapangan taruhan bola. Pasalnya ada beberapa hal unik yang terjadi usai pertandingan tersebut selesai. Berikut beberapa kesimpulannya.

372808-4-madrid

Hattrick dan Gelar Balon d’Or 2016

Pada laga kontra Atletico Madrid ini, El Real benar-benar terlihat sangat percaya diri. Pasalnya, kemenangan tersebut tidak tanggung-tanggung. El Real mengantongi 3 gol tanpa ampun. Gol tersebut dicetak oleh sang mega bintang, Cristiano Ronaldo pada menit yang ke 23, 71 dan juga 77. Hattrick ini membuat sang pelatih, Zinedine Zidane memberikan pujian yang luar biasa hingga menyebut CR7 akan mendapatkan gelar Balon d’Or 2016 dimana gelar tersebut selama 5 kali dipegang oleh rivalnya, Lionel Messi.

Hattrick tersebut memang bisa menjadi penegasan jika gelar Balon d’Or 2016 pantas diberikan kepada penyerang sayap kelahiran Portugal yang kini berusia 31 tahun. Apalagi, di tahun ini juga CR7 telah berhasil memenangi 2 ajang bergengsi Liga Champions. dan Euro 2016 bersama dengan Timnas Portugal. Inilah yang membuat sang pelatih Madrid, Zidane tidak meragukan lagi jika Ronaldo bisa meraih gelar tersebut.

Zidane memang menaruh keyakinan yang sangat kuat terhadap kualitas Ronaldo sekalipun jika Ronaldo memiliki performa yang sedang menurun. Zidane mengatakan jika ia sama sekali tidak pernah ragu pada Cristiano Ronaldo. Ia mengatakan jika CR7 adalah pemain terbaik dan hattrick saat melawan Atletic Madrid menjadi penentu dan sekaligus mengakhiri perdebatan siapa yang pantas meraih gelar Balo9n d’Or 2016.

Hal Unik Lain, Dari Status Terkuat di Kota Hingga Gaya Selebrasi Unik

Kemenangan atas Atletic Madrid benar-benar sangat berkesan. Pasalnya, bukan hanya gelar Balon d’Or 2016 saja yang diyakini akan disematkan pada CR7. Ternyata, masih ada hal unik lain yang terjadi di lapangan. Apa sajakah?

Terkuat di kota Madrid

Kemenangan 3 – 0 atas Atletic Madrid ini mengukuhkan jika Real Madrid merupakan jawara kota Madrid. Hal ini diperkuat dengan sejarah pertemuan keduanya. Real Madrid telah mencatat sebanyak 85 kemenangan saat melawan Atletico dari total 158 pertandingan pada liga domestik atau setara dengan 109 kemenangan dari 213 pertandingan pada seluruh kompetisi.

Foto ala Juara Liga

Hal unik lain yang terjadi usai kemenangan tersebut adalah para punggawa El Real berfoto bersama dari dalam ruang ganti. Foto tersebut diposting di akun Instagram miliki sang mega bintang, CR7. Foto tersebut seperti foto dari tim yang telah menjuarai sebuah liga. Tidak mengherankan memang karena pertandingan Derby memiliki tingkat gengsi yang sangat tinggi. Foto tersebut mendapatkan like lebih dari 2 juta.

Gaya Selebrasi ‘Sudah Kuduga’

Entah kebetulan atau tidak, gaya selebrasi ‘sudah kuduga’ Ronaldo yang sebelumnya sudah menjadi meme di tanah air, ternyata dilakukan juga oleh CR7 usai gol kedua saat menaklukan Atletic Madrid. Gaya selebrasi baru ini juga menjadi viral di dunia maya atau sosial media. Menariknya, gaya tersebut juga diikuti oleh Ronaldo Jr bersama teman-temannya saat berfoto bareng bersama sang ayah.

Tentunya, perjalanan musim togel sgp ini masih panjang dan Real Madrid tidak boleh lengah terutama dari musuh bebuyutan, El Barca yang kini posisinya sudah berada di urutan kedua puncak klasemen walau El Real sendiri masih berada di urutan paling puncak.

Share Button
Top

Tempuh Jarak 1126 KM, Supporter ini Dukung Timnya Sendirian!

Meski seorang diri dan menempuh jarak hingga 1126 km, seorang supporter tetap semangat memberikan dukungan kepada tim kesayangannya hingga akhir.

Bagaimana rasanya jika Anda menjadi satu-satunya supporter dari sebuah klub sepak bola yang sedang bertanding? Apalagi, Anda rela menempuh jarak hingga ribuan kilometer lebih. Bagaimana pula jika Anda berada di posisi sebagai pemain di tim sepakbola tersebut dimana Anda hanya melihat satu orang saja yang memberikan dukungan pada tim? Tidak ada kata yang tepat selain kata salut! Tentunya, in hal yang sangat jarang sekali terjadi karena biarpun sendirian, ternyata ada supporter yang terus bersemangat.

gefle

Rela Menempuh Jarak 1126 KM

Selayaknya, sebuah klub sepakbola memiliki supporter. Tidak jarang jika banyak supporter yang bisa dikatakan ‘maniak’ atau ‘fanatik’ hingga memberikan dukungan yang luar biasa. Pihak klub judi bola juga biasanya menunjuk beberapa orang yang bertugas untuk mengkoordinasi supporter dari mulai pemberangkatan hingga pemulangan supporter setelah pertandingan usai. Namun, hal seperti ini tidak terlihat pada klub sepakbola Gefle IF yang mengikuti Liga Allsvenskan Swedia.

Gefle IF, sebuah tim divisi satu dari Liga Allsvenskan Swedia, patut berbangga dan memberikan penghormatan penuh atas supporternya saat mereka bertandang ke kandang rival mereka yakni Kalmar FF. Jarak antara markas Gefle IF dan Kalma FF sendiri mencapai 1126 km. Sangat jauh memang. Itulah sebabnya, supporter Gefle IF lebih memilih untuk melakukan aktivitas sehari-harinya daripada pergi sejauh 1126 km untuk mendukung tim kesayangannya.

Namun sangat berbeda dengan sosok tua yang rela pergi ke markas Kalmar FF yang berjarak 1126 km, markas dimana tim kesayangannya Gefle IF bertandang melawan Kalmar. Biarpun sendiri, ternyata supporter yang sendirian memberikan dukungan bagi Gefle IF tersebut sangat bersemangat dalam memberikan dukungannya.

Ternyata, kehadiran satu-satunya supporter di lapangan, telah memacu kekuatan Gefle. Hal ini terbukti. Gefle yang tadinya berada di posisi kedua dari buritan dari Liga Allsvensken Swedia secara mengejutkan berhasil mengalahkan lawan yang bisa dibilang kuat, Kalmar FF. Namun, anak-anak Gefle sangat bersemangat hingga mampu mengalahkan Kalmar FF walau hanya didukung oleh satu orang saja.

Gefle IF Memberikan Penghormatan

Usai pertandingan dengan kemenangan Gefle, para punggawa Gefle secara bersama-sama berlarian menuju supporter mereka yang hanya satu-satunya yang memberikan dukungan kepada mereka.  Mereka kemudian memberikan penghormatan secara penuh karena bagaimanapun meski sendirian, supporter itu telah membantu tim untuk meraih kemenangan apalagi mereka tahu bahwa supporter tersebut telah menempuh jarak yang tidak dekat. Namun, walau telah menempuh 1126 km, supporter tersebut tetap bersemangat.

Dengan hasil ini, walau Gefle IF tidak meraih posisi puncak karena memang mereka sebelumnya sudah ada di posisi akhir, paling tidak mereka telah menahan Kalmar yang kemudian tertahan di urutan ke 6 dari klasemen Liga Allsvenskan dimana seharusnya Kalmar menang dan berada di urutan ke 3 di puncak klasemen.

Memang tidak ada yang tahu bagaimana sebuah pertandingan sepakbola akan berlangsung dan berakhir. Liga Swedia yang sudah dimulai dari bulan April hingga November ini telah memberikan gambaran tersebut dimana Gefle pada akhirnya berhasil meraih kemenangan ketiga saat mereka bertandang ke markas lawan.

Semangat supporter poker online tersebut memang harus dijadikan panutan bagi supporter lain untuk tetap memberikan dukungan penuh bagi tim kesayangan hingga akhir walau posisi tim berada di urutan akhir dan walau jarak yang ditempuh sangat jauh. Hal ini karena supporter juga merupakan bagian yang sangat penting yang secara tidak langsung ikut andil dalam memperoleh kemenangan karena dengan adanya supporter, para pemain akan lebih percaya diri.

Share Button
Top

Kocak, Pemain ini ‘Kentuti’ Pelatihnya dan Langsung Dipecat

Karir seseorang tidak akan menjamin keberhasilannya jika tidak memiliki kedisiplinan yang tinggi seperti Rantie yang akhirnya dipecat karena mengentuti pelatih.

Bermain sepakbola memang menyenangkan. Apalagi jika sudah memiliki bakat hingga bisa dipercaya untuk membela negaranya dengan bergabung menjadi pemain yang diandalkan di timnas. Belum lagi, jika kemudian karirnya bermain bola di luar negeri sedang menanjak dan diundang untuk pulang membela timnas, tentunya, pemain judi bola yang demikian seharusnya memang menjadi andalan dan kebanggaan bagi negaranya.

tokilo-rantie

Sia-Siakan Kesempatan Dengan Langkah Konyol

Yah, semua pemain bola yang diundang untuk menjadi bagian dari timnas dan membela negaranya, bisa dipastikan akan bermain secara totalitas menunjukkan kemampuannya dan tidak akan menyia-nyiakannya apalagi ini untuk negaranya. Bahkan, untuk sekelas Messi yang sempat ingin keluar dari timnas Argentina namun keinginan itu ia urungkan dan kembali membela timnas Argentina.

Berbeda dengan pemain bola pada umumnya, bagi mantan striker Bournemouth ini memiliki alasan tersendiri. Beberapa waktu lalu, ia dipanggil untuk pulang dan membela timnas negaranya, Afrika Selatan. Benar, Tokelo Rantie memang seharusnya bermain apik seperti karirnya di luar negeri saat bermain bersama klub di Turki. Namun, karena sikap yang ‘menjijikan’, dengan terpaksa ia pun dikeluarkan dari pusat latihan.

Pemain dengan umur 26 tahun itu, didepak dari kamp latihan dan namanya juga dicoret dari pasukan timnas Afrika Selatan lantaran dirinya melucuti celananya tepat di hadapan sang pelatih timnas yakni Aphraim Mashaba. Tidak hanya melucuti celana didepannya, ia juga mengentuti sang pelatih.

Entah hal apa yang membuat Rantie melakukan hal konyol seperti itu. Apakah ia memiliki konflik dengan pelatih? Apa ia hanya ingin bercanda saja? Entahlah, yang jelas, hati pelatih mana yang tidak berang melihat tingkah konyol pemain seperti itu. Inilah tindakan yang membuat Rantie tidak akan pernah dipercaya lagi untuk bisa membela timnas Afrika Selatan bahkan untuk ajang Piala Dunia sekalipun.

Dipecat Lantaran Alasan Kedisiplinan

Rantie memang sedang bermain cukup apik bersama klub asal Turki, Ganclerbirligi. Bersama klub tersebut, ia memiliki karir yang sedang menanjak bahkan bisa dibilang cukup cemerlang. Namun, karena tingkahnya tersebut, ia terancam untuk tidak bisa bermain membela timnas Afrika Selatan hingga seumur hidupnya kendati karirnya di dunia sepakbola sangat bagus.

Mashaba memang tidak mengungkapkan alasan utama kenapa Rantie didepak dan diancam hal demikian, namun ia mengatakan bahwa langkah yang diambil ini untuk alasan kedisiplinan. Oleh sebab itu, ia dan seluruh orang yang terlihat di togel online timnas Afrika Selatan secara terpaksa harus mengirim Rantie ‘pulang’. Apakah langkah ini tepat atau tidak, namun kedisiplinan memang penting untuk diterapkan.

Kabar ini memang masih ramai dibicarakan karena aksi konyol Rantie ini berimbas pada hal yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Namun, sepertinya Rantie tidak mau terlalu ambil pusing dengan permasalah tersebut. Bisa jadi, Rantie juga memiliki alasan yang membuat dirinya harus melakukan hal gila seperti itu walau ia sendiri mungkin tahu akibat terburuk dari apa yang ia lakukan itu akan berimbas pada karirnya di dunia sepakbola di Afrika Selatan.

Apapun alasan Rantie, sudah menjadi keharusan jika pemain bola juga harus memiliki sikap disiplin baik disiplin untuk latihan maupun disiplin dalam arti tingkah laku agar menghormati pelatihnya. Memang dibutuhkan kerjasama yang kuat antara pemain, pelatih dan para elit sebuah klub sepakbola hingga supporter yang secara disiplin mendukungnya, tidak melanggar aturan supporter dan lain sebagainya.

Hanya saja, peristiwa ini telah menarik banyak perhatian orang khususnya pecinta sepak bola karena tidak disangka jika Rantie akan berbuat senekat atau tepatnya sekonyol itu.

Share Button
Top